Police Goes to School: Polres Luwu Bentuk Pelajar Berkarakter, Tertib Lalu Lintas dan Digital Sehat
LUWU, MATANUSANTARA — Polres Luwu memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menanamkan budaya disiplin, keselamatan berlalu lintas, serta literasi digital kepada generasi muda. Melalui program Police Goes to School, ratusan peserta didik baru SMA Negeri 15 Luwu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjadi pelajar yang taat hukum, berkarakter, dan mampu menghindari dampak negatif kecanduan game online.
Kegiatan yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Luwu pada Kamis (16/7/2026) itu diikuti 235 siswa baru kelas X. Edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pelajar sekaligus membangun kesadaran hukum sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh materi mengenai tata cara berkendara yang aman menuju dan pulang dari sekolah, etika berlalu lintas, jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan kepolisian, hingga sesi dialog interaktif yang memberikan ruang bagi pelajar untuk berdiskusi langsung dengan personel Satlantas.
Materi disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Luwu IPDA Muslimin, Kaurmintu Satlantas AIPTU M. Saqrawi, S.An., serta Ps. Kanit Kamsel Satlantas AIPTU Rudy Salam, S.H.
Kasat Lantas Polres Luwu AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa Police Goes to School merupakan bagian dari pembinaan karakter, bukan sekadar sosialisasi aturan berlalu lintas.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Tak hanya itu, para pelajar juga diingatkan agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Di tengah meningkatnya penggunaan gawai di kalangan remaja, kecanduan game online dinilai berpotensi mengganggu prestasi akademik, kesehatan mental, hingga interaksi sosial.
“Gunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar, mengembangkan potensi diri, berprestasi, dan membangun karakter. Jangan sampai kecanduan game online membuat kalian lalai terhadap kewajiban sebagai pelajar, mengurangi waktu belajar, bahkan mengganggu kesehatan dan hubungan sosial,” pesan AKP H. Alwi.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. mengatakan bahwa masa sekolah merupakan periode penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan bangsa.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan sekolah sebagai ruang membangun integritas, disiplin, dan prestasi, sekaligus menjauhi berbagai bentuk perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), balap liar, pelanggaran lalu lintas, hingga kecanduan game online.
“Jadilah pelajar yang membanggakan orang tua, guru, dan sekolah. Taatilah peraturan lalu lintas, hormati guru, sayangi orang tua, bijak menggunakan media sosial, jauhi narkoba dan pergaulan negatif. Isi masa muda dengan prestasi karena kalian adalah calon pemimpin bangsa di masa depan,” tegas AKBP Adnan Pandibu.
Program Police Goes to School menjadi salah satu implementasi pendekatan edukatif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pembinaan generasi muda. Selain membangun kesadaran hukum, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan pelajar yang menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, bijak bermedia digital, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi dan dialog, Polres Luwu menegaskan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas dan karakter generasi muda harus dimulai sejak bangku sekolah agar tercipta masyarakat yang aman, tertib, dan berdaya saing di masa depan. (***)

Tinggalkan Balasan