Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Polri Perkuat Arsitektur Modal Jagung Nasional, Impor Ditekan Hingga Nol – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Polri Perkuat Arsitektur Modal Jagung Nasional, Impor Ditekan Hingga Nol

Jajaran Polri bersama Kementan, Bulog, Himbara, dan pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan di Mabes Polri, Jumat (6/2/2026).

NASIONAL, MATANUSANTARA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan peran strategisnya dalam arsitektur ketahanan pangan nasional dengan menjadi policy enabler yang menghubungkan kelompok tani (Poktan) jagung dengan akses permodalan, pasar, dan stabilitas harga. Langkah ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan produksi jagung pakan ternak sekaligus menekan ketergantungan impor secara struktural.

Penguatan peran tersebut dikonsolidasikan melalui rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan di Mabes Polri yang melibatkan Kementerian Pertanian (Kementan), Perum Bulog, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rakor diikuti seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring sebagai bagian dari orkestrasi nasional.

Rakor dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi,” ujar Brigjen Langgeng dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/2/2026).

Pimpin Apel Gabungan Personel Polda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Tegas Soal Keputusan Kapolri

Dalam desain kebijakan tersebut, Polri berperan sebagai penghubung permodalan Poktan jagung dengan sektor perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pendekatan ini menempatkan Polri bukan sebagai pelaksana teknis pertanian, melainkan sebagai fasilitator ekosistem yang menjamin akses modal, kepastian produksi, dan disiplin tata kelola.

Implementasi telah berjalan di wilayah Polda Jawa Barat, khususnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani jagung memperoleh kredit modal untuk kembali menanam serta memperluas lahan. Skema ini dirancang untuk memastikan siklus tanam berkelanjutan dan kemampuan petani memenuhi kewajiban kredit secara terukur.

Dari sisi perbankan, Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko, mewakili Himbara, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BRI menyiapkan plafon KUR Mikro sebesar Rp180 triliun untuk sektor pertanian, termasuk ekosistem jagung nasional.

Ironi di Lampung, Oknum Polisi Curi Mobil Perwira Mabes Polri, Begini Kronologinya

Selain permodalan, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan berperan menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. Pengawasan difokuskan agar hasil panen tidak terserap tengkulak dengan harga di bawah standar.

Sebagai instrumen kebijakan, Polri mengoordinasikan penyerapan hasil panen melalui Perum Bulog. Pengadaan jagung tahun 2026 mengacu pada Surat Dinas Internal Nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026, dengan target 1 juta ton jagung untuk Cadangan Pangan Pemerintah, pada harga Rp6.400 per kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog,” kata Brigjen Langgeng Purnomo.

Program tersebut diarahkan untuk mengaktifkan lahan tidur, memperkuat kemandirian petani dari praktik rente, serta meningkatkan produksi jagung nasional secara berkelanjutan. Dalam konteks makro, kebijakan ini berkontribusi langsung terhadap stabilitas industri pakan ternak, pengendalian inflasi pangan, dan penguatan cadangan pangan pemerintah.

Melalui rakor ketahanan pangan 2026, Polri menegaskan posisinya sebagai institusi yang berperan dalam menjaga keamanan non-tradisional yakni keamanan pangan—sebagai bagian dari strategi besar kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia. (RAM/RIKKI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!
Exit mobile version