Tagih Keadilan Lewat Sentilan Halus, Mantan Istri Sang Jenderal: “Cuma di Konoha Kriminalisasikan Orang Malah Diapresiasi”
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Di tengah euforia kenaikan pangkat seorang perwira tinggi Polri menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen), sebuah video berdurasi 53 detik justru menyita perhatian publik. Bukan karena prosesi pecah bintang semata, melainkan lantaran ucapan selamat dari mantan istrinya yang diselipi pesan bernada satir dan harapan agar keadilan yang menurut pengakuannya telah lama diperjuangkan akhirnya menemukan titik terang.
Berdasarkan penelusuran tim redaksi, video tersebut diunggah melalui akun Instagram @pancamasna pada Selasa (7/7/2026). Video itu memperlihatkan seorang perempuan yang diduga bernama Masnawati Mas’ud menyampaikan ucapan selamat kepada ayah dari ketiga anaknya yang baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol.
Di balik ucapan selamat itu, terselip kritik, doa, sekaligus harapan agar keadilan yang selama ini diperjuangkannya dapat terwujud.
“Saya mengucapkan selamat kepada bapak kandung dari ketiga anak-anak saya, yang alhamdulillah sudah pecah bintang menjadi perwira tinggi Polri…,” ucap Masnawati dalam video tersebut, dikutip media ini, Rabu (8/7/2026).
Ia kemudian mendoakan agar mantan suaminya menjadi pemimpin yang takut kepada Allah SWT, menjunjung tinggi integritas, adab, dan akhlak dalam menjalankan amanah sebagai pejabat Polri.
Namun perhatian publik justru tertuju pada kalimat pembuka video yang berbunyi, “POV: Cuma di Konoha Kriminalisasikan Orang Malah Diapresiasi.”
Kalimat tersebut sontak menjadi sorotan warganet. Banyak pengguna media sosial menilai ungkapan itu bukan sekadar sindiran, melainkan cerminan kekecewaan Masnawati terhadap persoalan masa lalu yang menurut pengakuannya hingga kini belum memperoleh penyelesaian.
Video tersebut juga menampilkan sejumlah tangkapan layar percakapan mengenai kenaikan pangkat Brigjen Pol. Enjang Hasan Kurnia.
Dalam salah satu percakapan, seseorang mengabarkan kepada Masnawati bahwa mantan suaminya telah resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal.
Masnawati menjawab, “Alhamdulillah kalau sudah jenderal.”
Saat menerima kiriman foto prosesi kenaikan pangkat disertai kalimat, “Ga adil bgt ya Bu,” ia membalas, “Iyaa ntar masih ada pengadilan Allah.”
Tak hanya itu, video tersebut juga memuat percakapan dengan seorang perempuan yang mengaku pernah mengalami persoalan ketika suaminya masih menjadi bawahan Brigjen Enjang Hasan Kurnia.
Perempuan tersebut mengaku pernah berupaya menghubungi Enjang melalui pesan singkat terkait persoalan yang dihadapinya, namun tidak memperoleh respons.
Masnawati hanya menjawab singkat, “Astagfirullah. Iya Insya Allah.”
Dalam video yang sama juga ditampilkan sejumlah komentar dan pesan dukungan dari warganet yang mendorong Masnawati untuk tetap memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai bentuk pencarian keadilan. Masnawati terlihat membalas beberapa komentar tersebut dengan ucapan terima kasih.
Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun juga menyinggung laporannya ke Divisi Propam Polri yang menurut pengakuannya telah berjalan selama dua tahun tanpa kepastian.
“Dua tahun menunggu. Saya sudah membuat laporan ke Propam Mabes Polri, tetapi hingga hari ini belum mendapatkan kejelasan. Yang membuat saya semakin bingung, saya justru diminta membuat laporan baru perkara yang sama. Kalau memang harus mengulang dari awal, lalu bagaimana dengan laporan yang sudah berjalan selama dua tahun? Apakah prosesnya dianggap tidak ada? Saya hanya berharap ada kepastian, transparansi, dan penjelasan yang jelas atas laporan yang telah saya ajukan. Semoga suara saya didengar dan proses penanganannya dapat berjalan sesuai aturan.” tulis pemilik akun.
Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar dari berbagai akun media sosial. Sebagian besar memberikan dukungan moral kepada Masnawati dan berharap persoalan yang disampaikannya dapat memperoleh penyelesaian secara adil dan transparan.
Tak sedikit pula warganet yang mengaku mengikuti perjalanan persoalan tersebut sejak beberapa tahun terakhir, sementara lainnya berharap seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan agar perkara itu menjadi terang.
Berdasarkan informasi yang beredar, perwira Polri yang dimaksud dalam video tersebut diduga Brigjen Pol. Enjang Hasan Kurnia, S.I.K., yang baru saja memperoleh kenaikan pangkat dari Komisaris Besar menjadi Brigadir Jenderal. Saat ini ia bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya Tingkat I pada Sespimti Lemdiklat Polri.
Konflik antara Masnawati dan mantan suaminya merupakan perkara lama yang disebut telah berlangsung sejak perceraian mereka pada 2009.
Dalam sejumlah unggahan sebelumnya, Masnawati juga pernah menyampaikan dugaan kriminalisasi, mengaku dipisahkan dari anak-anaknya, serta mengajukan permohonan perlindungan dan pemulihan nama baik melalui surat terbuka kepada Kapolri.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Brigjen Pol. Enjang Hasan Kurnia maupun pihak Polri terkait isi video, pengakuan Masnawati, maupun berbagai tudingan yang kembali beredar di media sosial. Redaksi membuka ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini apabila berkenan memberikan klarifikasi.
Seluruh isi video, tangkapan layar percakapan, dan komentar warganet yang dimuat dalam pemberitaan ini merupakan materi yang diunggah oleh pemilik akun media sosial serta belum dapat diverifikasi secara independen.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan konten yang menjadi perhatian publik dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik. (***/R)

Tinggalkan Balasan