Dugaan Ketimpangan Investasi PIF: Alarm Bom Waktu Saudi Pro League
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Saudi Pro League dibangun dengan mimpi besar liga elite dunia. Namun di balik gemerlap bintang, ada ketimpangan yang mulai terasa nyata. Kasus Cristiano Ronaldo di Al-Nassr menjadi cermin retakan yang tak lagi bisa ditutupi.
Dana Investasi Publik (PIF) memegang kendali utama sejumlah klub top. Al-Hilal, Al-Ittihad, dan Al-Ahli menikmati arus investasi agresif, sementara Al-Nassr dinilai tertinggal dalam penguatan tim yang seimbang.
Berdsarkan lansirang dari situs bola resmi, yang dikutip matanusantara.co.id pada Minggu (08/01/2026), ketika Benzema, Neymar, hingga deretan pemain bintang lain mendarat di klub rival, Al-Nassr justru berjalan dengan sumber daya terbatas. Bagi Ronaldo, ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan prinsip sportivitas.
Geger!! Ronaldo Dikabarkan Mogok Main, Retakan Besar Diduga Mulai Terlihat di Al-Nassr
Diketahui, sepak bola modern tidak bisa dilepaskan dari uang. Namun ketika distribusinya timpang, kompetisi kehilangan ruh. Liga berubah menjadi lomba modal, bukan adu kualitas.
Seperti Ronaldo, sangat memahami betul efek jangka panjangnya. Liga yang tidak kompetitif akan kehilangan daya tarik global, dan pemain bintang akan mulai mempertanyakan komitmen proyek.
Namun, diduga ketimpangan ini juga berisiko memicu konflik internal antar-klub. Rasa dianaktirikan dapat merusak stabilitas yang selama ini dijaga dengan citra megah.
Saat ini, Saudi Pro League kini berada di persimpangan. Memperbaiki tata kelola atau membiarkan api kecil ini membesar menjadi krisis kepercayaan.
Dan jika ikon sebesar Ronaldo saja merasa dikhianati, pesan itu sulit untuk diabaikan. (RAM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan