Isra Mi’raj Jadi Titik Balik Pembinaan Spiritual WBP Lapas Narkotika Sungguminasa
GOWA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai bagian dari penguatan pembinaan kepribadian dan spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Al Ikhsan Lapas Narkotika Sungguminasa, Jumat (30/1/2026).
Peringatan hari besar Islam tersebut diikuti seluruh WBP bersama jajaran pegawai lapas. Momentum Isra Mi’raj dimanfaatkan sebagai sarana refleksi keagamaan, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan ibadah dan kesadaran spiritual selama menjalani masa pidana.
Kalapas Narkotika Sungguminasa Salurkan 30 Paket Sembako Lewat Bakti Sosial
Tausiyah disampaikan oleh Jusriadi Gama yang mengulas makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, dengan penekanan pada kewajiban salat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak dan perbaikan diri. Ia mengajak WBP menjadikan Isra Mi’raj sebagai titik balik untuk memperkuat iman dan menata kembali arah hidup secara lebih bertanggung jawab.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian integral dari program pembinaan pemasyarakatan.
“Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan ibadah, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT. Nilai-nilai ini terus kami tanamkan dalam proses pembinaan. Kami berharap para WBP menjadikan momen ini sebagai penguat tekad untuk berubah dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Gunawan.
Menuju Akreditasi Klinik Pratama, Lapas Narkotika Sungguminasa Gandeng KAKP
Ia menambahkan, pembinaan di lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan kemandirian, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan mental dan spiritual. Menurutnya, keseimbangan kedua aspek tersebut menjadi kunci dalam membentuk WBP yang berintegritas dan berakhlak.
Peringatan Isra Mi’raj berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial WBP agar pemasyarakatan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (Ram)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan