Lapas Maros Integrasikan Akademisi, Magang Psikologi Unhas Perkuat Pembinaan Warga Binaan
MAROS, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros mengambil langkah strategis dalam penguatan pembinaan warga binaan dengan menerima lima mahasiswa magang Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (28/1/2026).
Kolaborasi tersebut menurut informasi, menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus cerminan transformasi pemasyarakatan yang semakin berbasis pendekatan ilmiah dan humanis.
Apel Pagi Dirangkaikan Pelepasan Petugas, Kalapas Maros Apresiasi dan Pesan Pengabdian
Program magang yang berlangsung selama 30 hari tersebut dirancang tidak sekadar sebagai sarana praktik akademik, tetapi juga sebagai media integrasi antara teori psikologi dan realitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Para mahasiswa akan terlibat dalam aktivitas pendampingan, observasi perilaku, serta penguatan aspek psikososial warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa magang diharapkan memberikan nilai tambah bagi sistem pembinaan yang dijalankan Lapas.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata di lapangan, sekaligus berkontribusi dalam mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujar Imran.
Panen Raya Nasional, Lapas Maros Dukung Program Kemandirian Pangan Kemenimipas
Ia menilai, perspektif akademik dari mahasiswa psikologi dapat memperkaya pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama dalam memahami dinamika mental dan perilaku warga binaan secara lebih komprehensif dan terukur.
“Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjaga etika, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja di Lapas Maros,” tambah Imran.
Upacara Hari Ibu di Lapas Maros, Peran Perempuan Ditegaskan Bermakna Strategis
Lebih dari sekadar program rutin, kegiatan magang ini dipandang sebagai bagian dari upaya Lapas Maros membangun sistem pembinaan yang responsif terhadap kebutuhan psikologis warga binaan. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang menempatkan aspek pemulihan dan perubahan perilaku sebagai tujuan utama pembinaan.
Dengan membuka ruang kolaborasi bersama institusi pendidikan, Lapas Kelas IIB Maros menegaskan perannya sebagai institusi pembinaan yang adaptif, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pemasyarakatan sebagai sarana reintegrasi sosial yang berkelanjutan. (RAM*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan