Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Baitul Mal Aceh Dampingi Donasi Rp3 Miliar Rumah Zakat Untuk Korban Bencana – Mata Nusantara
Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Mata Nusantara

Akurat Tajam & Terpercaya

Baitul Mal Aceh Dampingi Donasi Rp3 Miliar Rumah Zakat Untuk Korban Bencana

Baitul Mal Aceh mendampingi penyerahan bantuan kemanusiaan Rp3 miliar dari Rumah Zakat kepada Pemerintah Aceh untuk korban banjir dan longsor.

BANDA ACEH, MATANUSANTARA — Baitul Mal Aceh mendampingi penyerahan bantuan kemanusiaan senilai Rp3 miliar dari Rumah Zakat bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Aceh dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025).

Dalam penyerahan itu, Sekda Aceh didampingi Kepala Baitul Mal Aceh, M. Yunus, yang akrab disapa Abon Yunus. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara, melibatkan Rumah Zakat, Paragon Corps, platform penggalangan dana Kitabisa.com, serta sejumlah influencer internasional, termasuk Tugba Kiara asal Turki.

Sembilan Truk Kemanusiaan 234 SC dan JHL Group Mengalir ke Aceh

Sekda Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para donatur yang telah menunjukkan solidaritas nyata bagi masyarakat Aceh di tengah kondisi darurat bencana.

“Pemerintah Aceh pada prinsipnya membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berdonasi membantu masyarakat pascabanjir dan longsor. Saat ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga aktif turun langsung ke daerah terdampak untuk melihat kondisi korban,” ujar M. Nasir.

Komisi III DPRK Aceh Utara Salurkan Dua Ton Sembako Bantu Korban Banjir

Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dalam beberapa waktu terakhir tercatat sebagai salah satu yang terparah sepanjang sejarah daerah tersebut. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital.

“Banyak jalan dan jembatan terputus sehingga sejumlah desa terisolasi. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, 18 daerah terdampak, dengan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah,” jelasnya.

Menurut M. Nasir, Pemerintah Aceh saat ini terus mengintensifkan upaya pemulihan dengan melibatkan relawan, lembaga kemanusiaan, dan berbagai elemen masyarakat. Fokus pimpinan daerah, kata dia, sepenuhnya diarahkan pada percepatan penanganan dampak bencana dan pemulihan kehidupan warga.

Aksi Cepat Tanggap PTPN I Lanjutkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh

Mengakhiri keterangannya, M. Nasir menyampaikan pesan penguatan spiritual kepada masyarakat terdampak.

“La takhaf wa la tahzan, innaallaha ma’ana. Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita,” ucapnya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir, menjelaskan bahwa donasi tersebut merupakan hasil gotong royong dari berbagai pihak dan tidak hanya disalurkan untuk Aceh.

“Donasi ini berasal dari Paragon Corps, Kitabisa.com, para influencer, serta masyarakat luas yang ingin membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Didi.

Kapolres Aceh Tamiang Tinjau Mobil Terendam Banjir, Tegaskan Isu Mayat dalam Kendaraan Hoaks

Pada kesempatan yang sama, Kepala Baitul Mal Aceh, M. Yunus, mengapresiasi kolaborasi internasional yang terbangun dalam penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut. Ia berharap dukungan dari luar negeri dapat terus berlanjut hingga proses pemulihan tuntas.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dari Turki. Kami berharap Ibu Tugba dapat mengajak lebih banyak influencer internasional untuk melihat langsung kondisi Aceh dan ikut membantu proses pemulihan,” ujar Abon Yunus.

Sementara itu, influencer asal Turki, Tugba Kiara, mengaku terharu saat pertama kali mengunjungi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menyebut ada satu hal yang paling menyentuh hatinya.

“Ketika saya bertanya apa yang paling mereka butuhkan, anak-anak justru mengatakan mereka ingin Alquran,” ungkap Tugba.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan bagi korban bencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan mental.

“Anak-anak tetap terlihat ceria dan bersemangat meski baru tertimpa musibah. Itu membuat saya sedih sekaligus kagum,” pungkasnya. (Ram/Rifqi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!
Exit mobile version