Sembilan Truk Kemanusiaan 234 SC dan JHL Group Mengalir ke Aceh
ACEH, MATANUSANTARA — Di tengah luka bencana yang belum sepenuhnya kering, kepedulian terus bergerak menembus jarak. Sebanyak sembilan truk bantuan kemanusiaan mengalir ke wilayah Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Utara, disalurkan oleh Ormas 234 Solidarity Community (234 SC) bersama JHL Group, JHL Merah Putih, dan Kasi.
Bantuan tersebut diberangkatkan untuk menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak bencana, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal serta sumber penghidupan.
Proses distribusi dilakukan secara bertahap, melibatkan relawan lokal agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Komisi III DPRK Aceh Utara Salurkan Dua Ton Sembako Bantu Korban Banjir
Logistik yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, mulai dari beras, sarden, pempek, air mineral, biskuit Unibis, gula, tabung gas 3 kilogram, kompor gas, hingga tas sekolah dan mainan anak-anak.
Bantuan ini difokuskan untuk menopang kebutuhan pangan, perlengkapan rumah tangga darurat, sekaligus memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak korban bencana.
Perwakilan Ormas 234 SC menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah wujud nyata solidaritas kepada masyarakat Aceh yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak berjuang sendirian. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah penderitaan warga,” ujarnya.
Sementara itu, JHL Group melalui unit JHL Merah Putih menyatakan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, khususnya di daerah-daerah terdampak bencana. Menurut mereka, kolaborasi antara organisasi masyarakat dan sektor swasta menjadi kunci penting dalam mempercepat proses pemulihan warga.
Kedatangan sembilan truk logistik tersebut disambut haru oleh warga di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Utara. Bantuan ini dinilai sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta meringankan beban anak-anak yang terdampak langsung bencana.
Penyaluran bantuan kemanusiaan ini rencananya akan terus berlanjut, seiring dengan pendataan kebutuhan lanjutan di lapangan, hingga kondisi wilayah terdampak benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali bangkit. (RAM/**).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan