Tragedi Pantai Barombong: Bocah Lima Tahun Hilang Diseret Ombak, Korban Ditemukan Tewas Oleh Timsar
MAKASSAR, MATANUSANTARA – Pantai Barombong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diselimuti duka sejak Jumat siang, 16 Januari 2026. Seorang anak laki-laki berusia lima tahun terseret arus laut saat bermain di bebatuan tepi pantai.
Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan, yang berlangsung penuh ketegangan selama dua hari, akhirnya membuahkan hasil pada Minggu pagi, 19 Januari 2026. Namun kegembiraan menemukan korban berubah menjadi kesedihan, karena jenazah anak itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Berakhir di Bulusaraung: Kisah Cinta Pramugari ATR 42-500 yang Tak Pernah Sampai ke Pelaminan
Informasi itu dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Kota Makassar, Ismail.
“Betul pak, korban sudah ditemukan, untuk rilis BPBD yang keluar kan baket beritanya dek,” ujarnya singkat kepada matanusantara.co.id, Minggu (19/01/2026).
Ismail juga menunjukkan rekaman video singkat yang diunggah oleh anggota Timsar BPBD Kota Makassar, yang mengonfirmasi identifikasi korban.
Korban ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung, Medan dan Sistem Keselamatan Dipertanyakan
“Selamat pagi, mohon izin melaporkan terkait pencarian korban tenggelam, anak laki-laki usia 5 tahun yang dilaporkan kemarin sekitar pukul 13.00 WITA. Alhamdulillah, proses pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan membuahkan hasil. Korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 09.50 tadi, dan jenazah langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPBD menghimbau seluruh warga Kota Makassar untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
Insiden Pesawat Milik Pemerintah Diduga Hilang Kontak saat Menuju Leang-leang Maros
“Untuk seluruh warga Kota Makassar, tetap siaga, tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar. Dan juga waspada pohon tumbang. Untuk semua kejadian bencana yang terjadi di Kota Makassar, diharapkan kepada seluruh warga Kota Makassar untuk melapor di Call Center Kota Makassar di nomor 112, dan juga melalui aplikasi Lontara Plus. Terima kasih. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.”
Sebelumnya, Jumat siang, 16 Januari 2026, anak tersebut dilaporkan hilang terseret arus laut. Hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian sempat dihentikan sementara akibat cuaca yang memburuk.
Insiden Pesawat Milik Pemerintah Diduga Hilang Kontak saat Menuju Leang-leang Maros
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerima laporan melalui Call Center 112 sekitar pukul 13.00 WITA, dan segera menurunkan tim rescue ke lokasi, tepatnya di area belakang Stadion Barombong.
“Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet di sekitar titik kejadian, disertai penyelaman di area yang dicurigai sebagai jalur hanyut korban,” ujar Ismail kepada matanusantara.co.id. Operasi ini juga dipantau langsung oleh Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar sebagai bentuk pengawasan penuh terhadap proses evakuasi korban.
Modus Beli Softex, Dua Wanita di Medan Terciduk Warga Diduga Gasak Motor Warung
“Berdasarkan keterangan kakak korban, sebelum kejadian korban sempat terlihat bermain air di sekitar bebatuan pantai. Namun nahas, korban diduga tergelincir, terjatuh ke laut, lalu terseret arus yang cukup kuat di kawasan tersebut,” tambah Ismail.
Upaya pencarian yang berlangsung sekitar dua jam sempat dihentikan sementara pukul 15.00 WITA karena hujan deras dan arus laut yang membahayakan keselamatan tim. Penyelaman lanjutan yang dijadwalkan pukul 16.30 WITA ditunda hingga cuaca memungkinkan. Tim SAR tetap siaga di lokasi, sambil memberikan pendampingan kepada keluarga korban. (RAM)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan