Miris! Negara Diduga Gagal Hargai Guru, Gaji Honorer Rp128 Ribu Pekerja MBG Digaji Tembus Jutaan
MAKASSAR, MATANUSANTARA –Dua video viral yang memperlihatkan momen penerimaan gaji pertama kini menjelma menjadi cermin telanjang ketimpangan sosial di Indonesia. Bukan semata soal perbandingan angka, melainkan potret keras tentang siapa yang dihargai dan siapa yang terpinggirkan oleh sistem.
Di satu sisi, pekerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerima upah hingga jutaan rupiah. Di sisi lain, seorang guru honorer pendidik generasi bangsa hanya menerima Rp128 ribu.
Dispora Sumut dan PT TSL Bantah Isu Pemotongan Gaji Security, Siap Tempuh Jalur Hukum
Berdasarkan unggahan akun @makassarterkini.id di media sosial Instagram, terlihat kontras mencolok antara gaji guru honorer lulusan Sarjana Pendidikan dan pekerja MBG. Perbedaan tersebut bahkan disebut bak langit dan bumi, Rabu (21/01/2026).
Video pertama menampilkan Puput Meifa, pekerja dapur program MBG, yang memperlihatkan gaji pertamanya sebagai pencuci tempat makan (ompreng). Ia menerima Rp1.100.000 setiap dua minggu, sehingga total pendapatan bulanannya mencapai Rp2,2 juta.
DPR RI Ungkap Rincian Gaji dan Tunjangan Anggota Periode 2024-2029, Begini Totalnya!
Informasi itu diperkuat oleh komentar warganet akun A Bang Sayur, yang menyebut sistem pengupahan MBG bergantung pada mitra yayasan. Menurutnya, kepala SPPG dapat menerima gaji hingga Rp5 juta per bulan, sementara tenaga ahli seperti ahli gizi dan accounting berada di kisaran yang sama. Adapun asisten lapangan disebut menerima bayaran harian sekitar Rp200 ribu per hari.
Tidak ada yang keliru dengan upah layak bagi pekerja MBG. Namun tamparan moral muncul ketika publik disuguhi video lain dari akun TikTok khopipah523. Seorang perempuan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) merekam momen menerima gaji pertamanya sebagai guru honorer.
Aneh !! DJP Sebut Gaji Pejabat Tetap Kena Pajak, Rosmauli: Dibayar Negara
Didampingi sang ibu, ia membuka amplop gaji dengan raut penuh harap. Namun ekspresi itu seketika berubah saat terlihat nominal Rp128 ribu angka yang bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup beberapa hari, apalagi bagi seorang pendidik.
Dalam keterangannya, guru honorer tersebut tetap menyampaikan rasa syukur. Ia mengaku doa dan dukungan sang ibu menjadi satu-satunya kekuatan untuk tetap bertahan mengabdi di dunia pendidikan, meski realitas ekonomi yang dihadapi nyaris tak manusiawi.
Analisis Mencuat Usai Pemerintah Pastikan 2026 Tanpa Rekrutmen CPNS dan Kenaikan Gaji
Viralnya dua video ini memicu gelombang empati sekaligus kemarahan publik. Bukan untuk membenturkan profesi, melainkan mempertanyakan logika keadilan negara: mengapa mereka yang bertugas mencerdaskan bangsa justru hidup dalam ketidakpastian ekstrem?
Di tengah jargon pembangunan sumber daya manusia, kesejahteraan guru honorer masih menjadi luka lama yang tak kunjung sembuh. Video ini bukan sekadar konten viral, melainkan alarm keras bahwa ada yang keliru dalam sistem penghargaan terhadap profesi pendidik.
Pertanyaan publik kini mengarah tajam: jika guru saja tak dimuliakan, ke mana arah masa depan pendidikan Indonesia? (RAM).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan