Peduli Bencana, Damkar Pemalang Turun Langsung Bersihkan Lumpur Pasca Banjir
MATANUSANTARA, PEMALANG — Dampak banjir yang melanda wilayah Pemalang bagian selatan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir masih dirasakan warga hingga kini. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum dan sarana pendidikan, menyisakan endapan lumpur tebal di berbagai titik.
Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang melalui Unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) turut diterjunkan ke wilayah terdampak. Puluhan personel dikerahkan guna membersihkan sisa lumpur yang menghambat aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Pemalang, Nurokhman, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan satu regu pembersihan pada Jumat (6/2/2026). Setiap regu beranggotakan sekitar lima personel yang disebar ke sejumlah lokasi dengan tingkat dampak banjir cukup parah.
“Damkar senantiasa hadir dan ada, respon terhadap laporan warga secara cepat bersinergis dengan pihak terkait membantu dan menyelesaikan permasalahan serta penyelamatan kepada warga Kabupaten Pemalang secara aktif, dalam giat kali ini kita bergabung bersama tim lainnya memberikan pembersihan lumpur di Desa Bulakan pasca banjir,” ujarnya kepada media.
Longsor Kembali Terjang Pemalang, Ibu dan Anak Jadi Korban
Lebih lanjut, Nurokhman menuturkan bahwa tim Damkar bekerja secara terpadu dengan sejumlah unsur lain untuk mempercepat penanganan pascabencana banjir.
“Untuk penanganan pasca bencana ini, kami bergabung dalam tim terpadu. Sebanyak 5 anggota tim Damkar dan 5 anggota BPBD serta 8 orang anggota Linmas juga 3 dari unsur lain, total semuanya ada 31 personel dengan unit mobil pemadam kami kerahkan untuk membantu pembersihan,” ujarnya.
Menurutnya, ketebalan lumpur sisa banjir di sejumlah lokasi cukup tinggi, sehingga membutuhkan armada Damkar dengan tekanan air besar. Selain di Desa Bulakan, pembersihan juga dilakukan di wilayah layanan keamanan lainnya.
“Namun yang paling dominan dampaknya memang berada di Desa Penakir dan Sima,” ungkapnya.
Rutan Pemalang Ikut Penandatanganan Pakta Integritas di Kanwil Ditjenpas Jateng
Sejumlah titik menjadi prioritas pembersihan, terutama kawasan Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Di lokasi tersebut, lumpur setinggi 20 hingga 40 sentimeter menutupi akses jalan lingkungan dan merusak berbagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar, mulai dari buku pelajaran, dokumen penting, hingga perangkat elektronik.
“Sekolah ini cukup berat dampaknya karena banyak fasilitas pendidikan yang terendam,” jelasnya.
Nurokhman menegaskan bahwa fokus utama pembersihan difokuskan pada fasilitas umum dan sarana pelayanan publik, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Sementara itu, untuk rumah warga, Damkar meminta masyarakat melakukan pembersihan secara mandiri.
“Kami prioritaskan fasilitas umum terlebih dahulu. Untuk rumah tinggal, warga diminta bersabar dan melakukan pembersihan sendiri,” tutupnya. (RAM/Ragil).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan